CGI adalah

CGI Adalah: Pengertian dan Cara Kerjanya Bikin Film Memukau

CGI adalah salah satu elemen penting di dalam produksi video atau film yang memungkinkan penciptaan dunia yang fantastis, efek visual yang menakjubkan, dan karakter-karakter yang tidak mungkin terwujud dalam dunia nyata.

Dengan menggunakan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), para pembuat film dapat menghadirkan adegan-adegan yang spektakuler, menciptakan makhluk-makhluk fantastis, atau menambahkan elemen-elemen visual yang tidak mungkin dicapai secara praktis.

Dalam industri film modern, CGI adalah unsur yang kerap digunakan untuk menciptakan adegan-adegan aksi yang mendebarkan, efek-efek khusus yang mengagumkan, serta latar belakang yang memukau. Dengan kemajuan teknologi CGI, batasan imajinasi dalam produksi video atau film semakin terbuka lebar, memungkinkan terciptanya karya-karya yang semakin mengesankan dan memikat penonton.

Baiklah Boldee! Di artikel ini akan dibahas mengenai apa itu CGI dan bagaimana cara kerjanya. Simak Yuk!

Apa itu CGI?

CGI (Computer Generated Imagery) atau dalam bahasa Indonesianya “Imaji yang Dihasilkan oleh Komputer”. Ini adalah teknologi yang digunakan dalam produksi film, video game, iklan, dan media visual lainnya untuk menciptakan gambar, efek khusus, dan animasi menggunakan perangkat lunak komputer.

Teknologi CGI memungkinkan pembuat konten untuk menciptakan gambar yang tampak nyata dan kompleks yang sulit atau bahkan tidak mungkin dicapai dengan metode konvensional. Ini mencakup penciptaan karakter animasi, latar belakang, efek visual seperti ledakan, kembang api, hujan, dan lain sebagainya.

Selain itu, CGI adalah bagian integral dari industri hiburan modern, memungkinkan para pembuat film dan produser video game untuk mewujudkan visi mereka dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin. Teknologi ini terus berkembang, memberikan lebih banyak kemungkinan kreatif bagi para pembuat konten untuk menciptakan pengalaman visual yang semakin menakjubkan bagi penonton.

Manfaat CGI dalam Pembuatan Video

Computer Generated Imagery (CGI) memiliki berbagai manfaat dalam pembuatan video, baik untuk tujuan komersil maupun non-komersil. Berikut adalah beberapa manfaat utama CGI dalam pembuatan video:

1. Kreativitas Tanpa Batas

CGI memungkinkan pembuatan gambar atau adegan yang sangat realistis, bahkan untuk hal-hal yang sulit atau tidak mungkin difilmkan dalam kehidupan nyata. Ini memungkinkan untuk kreativitas visual yang luas dalam industri film, iklan, permainan video, dan media lainnya.

CGI membuka pintu untuk mengungkapkan ide-ide kreatif yang mungkin sulit atau mahal untuk direalisasikan secara fisik. Dengan alat digital, hampir tidak ada batasan bagi apa yang dapat dibuat, memungkinkan seniman dan sutradara untuk mewujudkan imajinasi mereka dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin.

2. Fleksibilitas

Dibandingkan dengan teknik tradisional seperti pengambilan gambar langsung, CGI memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengontrol aspek visual produksi. Ini memungkinkan pengeditan yang mudah, penyesuaian, dan iterasi tanpa harus merekam ulang adegan atau membangun set fisik yang mahal.

3. Efisiensi Biaya

Meskipun pembuatan CGI awalnya mungkin memerlukan investasi awal yang besar dalam perangkat lunak dan peralatan, dalam jangka panjang, bisa jauh lebih hemat biaya karena tidak memerlukan biaya produksi fisik seperti set nyata, properti, dan kadang-kadang bahkan aktor tambahan.

4. Keamanan dan Kesehatan

Dalam situasi di mana produksi fisik dapat membawa risiko keselamatan atau kesehatan bagi kru produksi atau aktor, seperti adegan berbahaya atau situasi ekstrem, menggunakan CGI dapat mengurangi risiko ini dengan menghilangkan kebutuhan untuk memfilmkan situasi tersebut secara langsung.

5. Konsistensi Visual

Dalam produksi film atau media lainnya yang melibatkan efek khusus, CGI memungkinkan konsistensi visual yang lebih besar di seluruh proyek. Ini dapat membantu menjaga tingkat kualitas yang konsisten dan mengurangi kebutuhan untuk mengatasi masalah konsistensi yang mungkin muncul dalam pengambilan gambar langsung.

6. Mengatasi Batasan Fisik

Ada banyak situasi di mana pengambilan gambar langsung tidak memungkinkan, seperti pembuatan film fiksi ilmiah atau fantasi dengan lokasi atau karakter yang tidak ada dalam dunia nyata. CGI memungkinkan para pembuat film untuk melampaui batasan-batasan ini dan menciptakan dunia yang sama sekali baru.

7. Reproduksi yang Akurat

Dalam banyak kasus, seperti simulasi kecelakaan atau peristiwa bersejarah, CGI dapat digunakan untuk mereproduksi kejadian tersebut dengan akurasi yang tinggi. Ini dapat membantu pendidikan, penelitian, atau penyelidikan kecelakaan tanpa harus merekam situasi yang sebenarnya kembali.

8. Kemampuan untuk Menyampaikan Konsep Abstrak

Dalam konteks pemasaran atau pembelajaran, CGI dapat digunakan untuk mengilustrasikan konsep-konsep abstrak atau teknis dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh audiens. Ini bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam komunikasi visual.

9. Peningkatan Pengalaman Pengguna

Dalam permainan video dan media interaktif lainnya, CGI memungkinkan pembuatan lingkungan dan karakter yang menarik, membuat pengalaman pengguna lebih mendalam dan imersif. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik dan kepuasan pengguna terhadap produk-produk tersebut.

Cara Kerja CGI

CGI adalah teknologi yang mampu mengubah cara kita memahami dan mengalami dunia visual. Dengan kemampuannya untuk menciptakan gambar-gambar yang tampak nyata namun sebenarnya dibuat secara digital, CGI memungkinkan kita untuk menjelajahi batas-batas imajinasi dan mewujudkan konsep-konsep yang sebelumnya sulit atau bahkan tidak mungkin direalisasikan dalam kehidupan nyata.

Karena CGI adalah suatu teknologi yang mampu mewujudkan imajinasi tanpa batas dalam bentuk visual yang nyaris tak terbatas, maka ia menjadi tiang yang kokoh dalam industri kreatif modern.

Di samping itu, CGI adalah media untuk mewujudkan apa yang sebelumnya hanya ada dalam pikiran kita, tetapi juga membuka pintu menuju pengalaman visual yang lebih mendalam, menarik, dan menginspirasi. Berikut adalah langkah-langkah umum tentang bagaimana CGI bekerja:

1. Modeling

Proses dimulai dengan pembuatan model tiga dimensi dari objek, karakter, atau lingkungan yang ingin diciptakan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak pemodelan 3D seperti Blender, Autodesk Maya, atau Cinema 4D. Seniman 3D membuat model dengan menentukan bentuk, tekstur, dan properti lainnya.

2. Texturing

Setelah model dasar dibuat, langkah selanjutnya adalah memberikan tekstur atau warna pada model untuk membuatnya terlihat lebih nyata. Tekstur dapat berupa gambar atau pola yang diterapkan ke permukaan model menggunakan teknik seperti pemetaan tekstur atau pemodelan tekstur.

3. Rigging (Pengikatan)

Untuk karakter animasi, proses pengikatan (rigging) diperlukan untuk memberikan struktur internal yang memungkinkan karakter bergerak dengan alami. Ini melibatkan pembuatan kerangka tulang tiruan yang terdiri dari sendi dan struktur terkait lainnya, yang kemudian dikendalikan oleh animator.

4. Animating

Setelah karakter atau objek memiliki struktur tulang yang sesuai, animator menggunakan perangkat lunak animasi untuk memberikan gerakan dan ekspresi. Animasi dapat dilakukan dengan mengatur posisi, rotasi, dan skala model pada berbagai frame waktu.

5. Lighting (Pencahayaan)

Pencahayaan adalah aspek penting dalam menciptakan suasana dan keaslian dalam adegan CGI. Pengaturan pencahayaan yang tepat membantu menentukan bayangan, refleksi, dan atmosfer dalam adegan.

6. Rendering

Proses rendering adalah langkah terakhir dalam pembuatan gambar CGI, di mana perangkat lunak menghasilkan gambar akhir berdasarkan model 3D, tekstur, pencahayaan, dan efek lainnya. Proses rendering ini sering memerlukan sumber daya komputasi yang signifikan tergantung pada kompleksitas adegan dan detail yang diminta.

7. Compositing

Kadang-kadang, beberapa elemen CGI perlu digabungkan dengan adegan yang diambil secara langsung untuk menciptakan hasil akhir yang tampak seperti satu kesatuan. Ini dilakukan melalui proses yang disebut compositing, di mana berbagai elemen visual digabungkan menggunakan perangkat lunak compositing seperti Adobe After Effects atau Nuke.

Baca juga: Apa itu Color Grading dan Dampaknya Terhadap Kualitas Film

10 Contoh Film dengan Penggunaan CGI Terbaik

1. Avatar (2009)

Film karya James Cameron ini mungkin adalah salah satu karya CGI terbaik yang pernah dibuat. Film ini menggunakan teknologi stereoskopis 3D, menggabungkan live action dengan tampilan CGI untuk hasilkan visual yang sangat realistis.

Awalnya, Cameron memulai pengembangan Avatar pada awal 1990-an, namun proyek tersebut terpaksa ditunda karena teknologi saat itu belum mampu mewujudkan visinya. Baru pada tahun 2006, dengan kemajuan teknologi animasi, ia dapat mewujudkan ide tersebut.

2. Love and Monsters (2020)

Menurut situs stonersrotation.com, film Love and Monsters sangat mengagumkan dengan penggunaan CGI untuk penciptaan karakter monster yang canggih. Film ini sukses besar pada tahun 2019. Dibintangi oleh Dylan O’Brien, Love and Monsters menceritakan petualangan Joel yang berusaha menemui kekasihnya dari masa sekolah menengah di tengah-tengah bumi yang hancur oleh bencana dunia.

Selain karakter monster dari teknologi CGI yang menakjubkan, efek CGI dalam film ini juga memperlihatkan kecantikan alam Australia dan struktur pertahanan bawah tanahnya yang luar biasa.

Karakter Joel, diperankan oleh O’Brian, bertemu dengan 13 makhluk mutan selama perjalanannya, yang terlihat sangat meyakinkan di layar karena detailnya yang mendalam. Perancang produksi film, Dan Hennah, menjelaskan bahwa tim efek visual mereka terinspirasi oleh spesies Crustacea dan amfibi asli dalam merancang setiap detail, sehingga menciptakan versi mutan yang sangat realistis.

3. The Irishman (2019)

Film arahan sutradara Martin Scorsese ini mungkin tidak begitu mengesankan Boldee dari segi efek khususnya, namun sebenarnya film ini menonjol karena pemanfaatan teknologi anti-penuaan terbaru dalam CGI.

Martin mendorong batas-batas inovasi ini lebih jauh dari yang terlihat dalam film Captain America dari Marvel. Dengan teknologi canggih ini, Robert de Niro berhasil memerankan karakter Sheeran dengan sangat meyakinkan sebagai seseorang yang berusia 30 tahun, meskipun pada kenyataannya sang aktor sudah berusia 70 tahun!

4. Titanic (1997)

James Cameron selalu berhasil menghadirkan visinya dan kali ini dengan anggaran yang luar biasa, buah karyanya yakni film Titanic adalah salah satu contohnya. Untuk menggambarkan tabrakan dramatis dengan gunung es, Cameron menggabungkan berbagai teknik, termasuk penggunaan CGI dan pengambilan gambar langsung.

Baca juga: Jasa Video Produk Terpercaya untuk Tingkatkan Penjualan

Contohnya, model miniatur Titanic dipisahkan menjadi dua bagian dan difoto untuk adegan kapal tenggelam, sementara gunung es sendiri direpresentasikan secara digital. Laut dan langit direkam menggunakan layar hijau, sementara kerumunan tambahan ditambahkan melalui efek komputer.

5. Gravity (2013)

Gravity meraih kemenangan dalam tujuh kategori di Piala Oscar 2014, menandai prestasi gemilang bagi film Alfonso Cuarón. Teknologi CGI yang luar biasa menjadi sorotan utama dalam produksi ini. Menurut Tim Webber, supervisor efek visual untuk VFZ, sebagian besar film ini sebenarnya terdiri dari CGI daripada adegan live-action. Hanya ekspresi wajah yang direkam secara langsung dalam banyak adegan pengambilan gambar. Bahkan, kostum luar angkasa dirancang oleh seniman efek visual!

6. The Matrix (1999)

Film penuh dengan CGI terkemuka berikutnya adalah The Matrix. Meskipun berhasil dalam hal CGI, film ini membedakan dirinya dari Gravity dengan pendekatannya yang lebih sederhana terhadap teknologi. Sebaliknya, The Matrix dikenal karena penekanannya pada aksi langsung dan penggunaan efek CGI sebagai penyedap daripada mengandalkan CGI untuk mendominasi keseluruhan film.

Contohnya, dalam adegan di mana Neo diserang oleh serangga, replika animatronik dari serangga dan Neo digunakan, tanpa animasi CGI yang terlibat. Ketika aktor tersebut merayap di dinding, kostum dan perlengkapan khusus dipakai untuk menciptakan efek yang sangat realistis, yang berkontribusi pada estetika unik film tersebut dan membuatnya menjadi salah satu film CGI terbaik.

7. Trilogi Lord of the Rings (2001-2003)

Trilogi Lord of the Rings dianggap sebagai salah satu adaptasi film fantasi terbaik sepanjang masa. Dalam upaya untuk menghidupkan makhluk dan dunia fantasi Timur Tengah, produksi membutuhkan kostum-kostum fantastis, perlengkapan yang melimpah, serta pencarian lokasi yang cermat, dan tentu saja penggunaan CGI.

Salah satu elemen yang membedakan trilogi asli ini dari Hobbit adalah pendekatan terhadap efek khusus yang digunakan untuk meningkatkan realisme, bukan menggantikannya sepenuhnya.

Baca juga: Apa itu TVC: Penjelasan dan Kelebihannya terhadap Penjualan

Sebagai contoh, semua karakter Orc digambarkan oleh aktor yang memakai prostetik, tata rias, dan kostum, daripada mengandalkan CGI atau meminta aktor untuk berinteraksi dengan layar hijau.

Gollum adalah salah satu elemen yang lebih bergantung pada CGI dalam penggambarannya. Namun, setiap adegan Gollum direkam oleh Andy Serkis di lokasi yang sebenarnya, dengan wajah asli aktor sebagai dasar untuk karakter digitalnya. Hal ini memastikan bahwa setiap adegan yang melibatkan Gollum terasa sangat nyata.

8. Terminator II: Judgement Day (1991)

Terminator II menggunakan sejumlah besar CGI untuk memperkuat transformasi karakter pembunuh android, T-1000, yang mampu berubah bentuk menjadi materi yang disentuhnya. Ini adalah salah satu penggunaan CGI yang paling ambisius sejak Tron dan The Last Starfighter, dua film yang dibuat satu dekade sebelumnya!

9. Intersteller (2014)

Film yang dibuat oleh Christopher Nolan ini merupakan hasil dari riset luar angkasa yang telah ia lakukan selama puluhan tahun. Sejak kecil, Christopher dan saudara laki-lakinya, Jonathan (yang bertindak sebagai penulis naskah), telah terobsesi dengan menonton peluncuran luar angkasa. Keduanya juga sama-sama mengagumi film-film seperti Star Wars dan 2001: A Space Odyssey karya Stanley Kubrick.

Namun, meskipun merupakan film tentang luar angkasa, CGI tidak dominan digunakan dalam produksi ini. Seperti halnya Lord of the Rings dan The Matrix, Intersteller dianggap sebagai film luar biasa karena tidak terlalu bergantung pada teknologi.

Untuk memastikan keberhasilan penggunaan CGI dalam adegan live-action, tim efek khusus membuat semua efek sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Dengan pendekatan ini, efek khusus tersebut dapat ditunjukkan kepada para aktor tanpa menggunakan green screen. Hasilnya, hal ini meningkatkan performa para aktor karena mereka dapat memahami tampilan adegan dan merasakan sensasi seolah-olah berada di dunia lain.

10. War for the Planet of the Apes (2017)

Pada tahun 2017, tim efek visual yang bertanggung jawab atas War for the Planet of the Apes mencatat sejarah dengan mengadopsi teknologi CGI untuk menciptakan gambar-gambar yang memiliki tingkat realisme yang tinggi.

Dengan mengambil wajah manusia sebagai dasar untuk karakter-karakter kera (terutama yang paling menonjol adalah Andy Serkis, yang sebelumnya memerankan karakter CGI Gollum dalam Lord of the Rings), setiap karakter kera mampu mengekspresikan emosi dan kecerdasan. Hal ini terutama terlihat dalam momen-momen puncak ketegangan, menjadikan film ini memukau dan memikat penonton.

Kesimpulan

Demikian penjelasan secara lengkap tentang apa itu CGI, manfaat, cara kerja, dan juga contoh-contoh penerapan CGI di dalam film internasional. CGI adalah suatu teknologi yang memungkinkan pembuatan gambar-gambar yang tampak nyata dan bergerak secara digital. Selain itu, CGI adalah teknologi di dalam industri film untuk menciptakan efek visual yang sulit atau bahkan tidak mungkin direproduksi secara langsung di dunia nyata.

Manfaat utama dari CGI adalah kemampuannya untuk menciptakan efek visual yang fantastis, memungkinkan pembuat film untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin. Selain itu, CGI juga memungkinkan penghematan biaya produksi dalam beberapa kasus, karena memungkinkan penghapusan kebutuhan akan set dan properti fisik yang mahal.

Cara kerja CGI adalah dengan pembuatan model digital dari objek atau karakter yang akan dimunculkan dalam film. Proses ini sering melibatkan pemodelan 3D yang rumit dan tekstur digital. Setelah model dibuat, animator menggunakan perangkat lunak khusus untuk menganimasikan objek atau karakter tersebut. Akhirnya, efek-efek visual tambahan seperti pencahayaan, bayangan, dan efek partikel ditambahkan untuk meningkatkan realisme.

Beberapa contoh penerapan di beberapa film internasional juga telah membuktikan bahwa penerapan teknologi CGI (Computer Generated Imagery) telah mengubah wajah industri film secara drastis.

Oleh karena itulah, karena CGI adalah suatu teknologi yang menguntungkan apabila diterapkan di berbagai konten digital, maka penggunaan CGI meluas di luar industri film dan telah menjadi integral dalam berbagai konten digital lainnya.

Terapkan CGI di Bisnis Kamu!

Jika bisnis atau perusahaan Kamu membutuhkan konten dengan teknologi CGI yang mengagumkan untuk berbagai keperluan branding dan pemasaran digital, percayakan saja kepada OHBold Creative Agency yang memiliki layanan pembuatan CGI dengan kualitas terbaik.

Kami telah memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam menciptakan konten CGI yang mengagumkan untuk keperluan branding dan pemasaran digital bisnismu.

Apapun kebutuhanmu, mulai dari iklan televisi hingga konten digital untuk media sosial, OHBold Creative Agency siap membantu Kamu menciptakan konten CGI untuk membuatmu memukau dan mengesankan di hadapan audiens. Percayakan proyekmu kepada OHBold Creative Agency dan saksikan bagaimana kami membawa visi bisnismu menjadi kenyataan dengan hasil yang gemilang.


OHBold Creative Agency
Membantu Brand Memenangkan Pasar.
Info Selengkapnya

Hubungi Kami!


No Comments

Post a Comment

Any question ?