Seo Checklist

Kenali SEO Checklist Mulai dari Basic Sampai Techicalnya

Memiliki Seo Checklist yang terperinci dapat menjadi panduan yang sangat berharga dalam strategi optimasi mesin pencari Kamu. Daftar periksa ini mencakup langkah-langkah kritis untuk meningkatkan visibilitas dan performa situs web Kamu.

Mulai dari penelitian kata kunci yang tepat hingga optimalisasi konten dan struktur halaman, setiap elemen memiliki peran penting dalam menarik perhatian mesin pencari. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam daftar periksa SEO, Kamu dapat memastikan bahwa situs web Kamu memenuhi standar mesin pencari dan memiliki peluang lebih baik untuk menduduki posisi teratas dalam hasil pencarian.

Jangan lewatkan pengoptimalan tautan internal dan eksternal, serta pembuatan sitemap yang akurat untuk memastikan navigasi yang lancar bagi pengguna dan mesin pencari. Dengan memprioritaskan dan menerapkan setiap elemen dalam Seo Checklist milikmu, Kamu dapat meningkatkan peluang situs web Kamu mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dan menarik lebih banyak pengunjung.

Pengertian SEO Checklist

SEO Checklist adalah serangkaian langkah krusial untuk memaksimalkan potensi situs web Kamu. Mulai dari aspek dasar seperti elemen teknis hingga menyeluruh pada optimasi konten di setiap halaman. Dengan memanfaatkan SEO Checklist, Kamu dapat mengidentifikasi bagian-bagian situs web yang memerlukan perbaikan.

Untuk meningkatkan kinerja situs Kamu dalam hasil pencarian organik, pastikan bahwa setiap poin dalam SEO Checklist ini diikuti dengan cermat.

Penerapan strategi ini dapat meningkatkan tingkat konversi dengan menarik pengunjung yang relevan dengan situs web Kamu. Dengan menerapkan strategi terbaik dari SEO Checklist, Kamu dapat mengetahui kebutuhan audiens target Kamu saat mereka mencari produk atau layanan yang Kamu tawarkan melalui mesin pencarian.

Melalui pengoptimalan SEO yang terukur, Kamu dapat mengalami peningkatan lalu lintas, meraih tingkat konversi yang lebih tinggi, dan pada akhirnya, meningkatkan pendapatan Kamu. Jika Kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang strategi ini, simaklah artikel ini secara lengkap yuk, Boldee!

Basic SEO Checklist

Bersaing di mesin pencari akan menjadi tantangan jika prinsip dasar SEO belum terpahami. Daftar periksa dasar SEO mencakup wawasan yang perlu Kamu ketahui untuk memulai peningkatan fundamental dalam menerapkan SEO pada situs Kamu.

1. Konfigurasikan Google Search Console dan Bing Webmaster Tools

Mengelola kinerja organik situs Kamu memerlukan pengaturan alat webmaster yang tepat. Beberapa mesin pencari menyediakan beragam alat webmaster, contohnya Google Search Console oleh Google dan Bing Webmaster Tools dari Bing, serta alat webmaster khusus lainnya dari mesin pencari lain.

Data yang diberikan oleh alat-alat ini mencakup tayangan dan kunjungan, memberikan informasi berharga tentang kinerja situs yang dapat digunakan untuk mengevaluasi implementasi SEO. Dengan bantuan alat-alat ini, Kamu dapat mengirimkan sitemap ke mesin pencari dan mengidentifikasi masalah crawling serta indexing yang mungkin terjadi pada situs Kamu.

2. Memasang Plugin SEO

Menerapkan SEO seringkali menjadi tantangan yang rumit, khususnya bagi mereka yang baru terjun dalam dunia ini. Untuk memastikan tidak terlewatkan aspek-aspek penting dalam SEO, disarankan untuk memasang plugin yang mempermudah proses tersebut, contohnya Yoast SEO untuk pengguna platform WordPress. Dengan memanfaatkan plugin ini, praktik-praktik SEO terbaik dapat diterapkan dengan lebih mudah.

Bagi yang menggunakan CMS selain WordPress atau Shopify, disarankan untuk berdiskusi dengan pengembang situs mengenai modul atau alat yang dapat digunakan untuk membantu mengoptimalkan situs web.

3. Membuat Sitemap

Sitemap merupakan suatu file yang memuat daftar URL yang memberikan gambaran tentang struktur halaman web, biasanya dalam format HTML atau XML. Keberadaan sitemap sangat membantu crawler untuk menemukan informasi konten, melakukan proses crawling, dan mengindeks situs Kamu dengan lebih efisien.

4. Tambahkan File robot.txt

Selain sitemap, peran file robot.txt juga sangat vital dalam proses crawling dan pengindeksan halaman. File ini memberikan petunjuk kepada crawler mengenai area yang diperbolehkan dan dilarang diakses. Dengan demikian, file robot.txt dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk memastikan bahwa setiap halaman yang diinginkan pada situs web Kamu dapat diindeks dengan tepat.

Baca juga: Cara Membuat Sitemap di WordPress yang Tepat

Technical SEO Checklist

Technical SEO Checklist merangkum serangkaian strategi untuk meningkatkan aspek teknis dari suatu situs web. Strategi ini difokuskan untuk menghilangkan hambatan dalam proses crawling dan indexing, serta memastikan bahwa situs web menunjukkan performa optimal bagi pengguna dan mesin pencari.

Dalam usaha meningkatkan posisi situs pada hasil pencarian organik, Technical SEO checklist mencakup:

1. Pastikan Situs Menggunakan HTTPS

Sejak tahun 2014, Google telah menjadikan HTTPS sebagai elemen penting dalam faktor peringkat situs web. Oleh karena itu, pemilik situs perlu memastikan terdapat komunikasi yang aman antara situs dan pengguna dengan menginstal sertifikat SSL (Secure Socket Layer).

Pastikan untuk menambahkan sertifikat SSL apabila situs Kamu masih menggunakan protokol HTTP. Fokus pada optimisasi poin pertama dalam daftar Technical SEO Checklist ini akan membawa Kamu mendekati implementasi SEO yang optimal.

2. Gunakan Canonical URL

Google mungkin mengidentifikasi sebuah halaman sebagai duplikat jika halaman tersebut dapat diakses melalui beberapa URL atau jika terdapat beberapa halaman dengan konten yang serupa. Penggunaan canonical URL adalah solusi yang memastikan mesin pencari menjelajahi dan mengindeks URL yang telah ditetapkan, sehingga menghindari masalah duplikasi konten pada halaman Kamu.

3. Meningkatkan Kecepatan Situs

Kinerja kecepatan situs menjadi faktor utama yang memengaruhi pengalaman pengguna. Lakukan pengujian kecepatan situs menggunakan alat Pagespeed Test dari Google guna mengidentifikasi langkah-langkah optimasi yang diperlukan. Penyajian konten yang lambat dapat mengakibatkan pengalaman pengguna yang tidak memuaskan, bahkan mungkin mendorong mereka untuk meninggalkan situs.

4. Memperbaiki Link yang Rusak

Lakukan pemeriksaan pada setiap tautan di halaman web Kamu untuk menemukan broken link yang mengarahkan pengguna ke halaman yang tidak tersedia. Broken link dapat menjadi indikasi pengalaman pengguna yang kurang memuaskan, karena pengguna mungkin merasa tidak puas ketika tautan yang mereka klik tidak membawa mereka ke halaman yang diinginkan.

5. Pastikan Tidak Ada Redirect Berulang

Redirect akan terjadi ketika terjadi pengalihan dari URL asal ke URL tujuan. Saat melakukan pengalihan URL, pastikan implementasinya tepat. Hindari adanya redirect berulang (redirect chain) dan jauhi pembentukan redirect yang membentuk lingkaran (redirect loops).

Hal ini perlu dihindari karena dapat memberikan kesulitan bagi pengunjung dalam mencapai URL tujuan yang diinginkan. Terlalu banyak redirect juga berpotensi merugikan proses crawling dan pengindeksan halaman, yang akhirnya dapat menurunkan peringkat situs.

6. Tambahkan Data Terstruktur Google

Menerapkan data terstruktur pada situs web membantu Google dalam memahami kontennya dengan lebih baik. Dengan melibatkan langkah ini, dapat diperoleh peningkatan dalam jumlah traffic dan visibilitas konten, karena cuplikan konten akan ditampilkan di hasil pencarian organik.

7. Gunakan Struktur URL SEO-Friendly

URL yang ramah SEO adalah URL yang sederhana, jelas, dan mengandung kata kunci. Pastikan URL tidak terlalu panjang, sehingga mudah dipahami dan diingat oleh pengguna serta mesin pencari. Pendekatan ini akan mempermudah mesin pencari dalam mengenali halaman web Kamu.

8. Pastikan Situs Mobile-Friendly

Mayoritas pengguna internet mengakses informasi melalui perangkat seluler. Oleh karena itu, penting bagi pemilik situs web untuk memastikan bahwa situs mereka dapat diakses dengan mudah melalui perangkat mobile. Kehandalan tampilan yang ramah untuk perangkat seluler juga memengaruhi peringkat situs oleh Google. Jika situs Kamu belum dioptimalkan untuk perangkat seluler, segera lakukan perbaikan dan uji responsivitasnya menggunakan Mobile Friendly Test.

9. Memeriksa Kedalaman Halaman

Semakin sulit bagi pengguna atau mesin pencari untuk mengakses suatu halaman, semakin rendah penilaian SEO-nya. Pastikan bahwa halaman mudah diakses dari halaman utama, karena kesulitan ini dapat mengakibatkan halaman tidak dapat di-crawl atau diindeks oleh mesin pencari.

Baca juga: Ingin Cek Kecepatan Website? Yuk, simak 6 Tools ini

Keyword Research Checklist

Kesalahan penerapan riset kata kunci dapat berdampak negatif pada optimasi konten halaman. Dengan menyajikan konten yang berkualitas dan menarik bagi pengunjung, Kamu dapat mengalami peningkatan yang signifikan dalam performa konten Kamu di mesin pencari. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam daftar periksa SEO untuk mendukung riset kata kunci dan pembuatan konten yang efektif:

1. Riset Keyword

Riset keyword dilakukan untuk mengenali daftar kata kunci yang paling relevan dengan aktivitas bisnis Kamu. Teliti kata kunci yang memiliki tingkat pencarian tinggi, dan bandingkan dengan kata kunci yang umum digunakan oleh pesaing Kamu. Memilih kata kunci dengan tepat dapat memberikan keunggulan yang signifikan bagi situs web Kamu.

2. Menetapkan Keyword Utama

Keyword utama menjadi representasi yang mencerminkan seluruh isi halaman web Kamu. Pilih keyword utama berdasarkan popularitasnya di kalangan pengguna internet. Sebarkan keyword utama di berbagai elemen konten, termasuk judul konten, struktur URL.

Sisipkan juga di meta description, heading, judul gambar, inbound link, dan tentunya, di dalam kontennya sendiri. Dengan cara ini, Google dapat menampilkan konten Kamu sesuai dengan topik yang diwakili oleh keyword tersebut.

Riset kata kunci adalah kegiatan yang membutuhkan pemahaman dan keterampilan analisis yang handal. Jika perusahaan Kamu tidak memiliki sumber daya tersebut, menggunakan Jasa SEO profesional bisa menjadi solusi yang tepat.

3. Estimasi Peluang Keyword

Manfaatkan Google Search Console untuk mengevaluasi laporan terkait tayangan, klik, CTR rata-rata, dan peringkat rata-rata situs Kamu. Informasi ini berguna untuk mengidentifikasi langkah-langkah optimalisasi konten yang perlu diambil.

Contohnya, jika suatu situs mendapatkan tayangan yang tinggi tetapi jumlah kliknya masih rendah, Kamu dapat melakukan optimalisasi konten dengan membuat judul yang lebih menarik atau menambahkan meta description yang lebih menggugah pengguna untuk mengunjungi situs Kamu.

Tetap ada kemungkinan bahwa keyword dalam konten Kamu tidak selaras dengan niat pencarian pengguna. Teruslah melakukan riset untuk menemukan kata kunci yang lebih relevan. Mesin pencari menyediakan fitur seperti “people also ask” atau “related search” yang dapat membantu Kamu menyaring kata kunci yang cocok untuk digunakan dalam konten.

Baca juga: Kenali Apa itu Keyword Stuffing dan Cara Mengindarinya

On-Page SEO Checklist

Daftar SEO On-Page merupakan serangkaian praktik yang digunakan untuk meningkatkan faktor internal situs web, seperti konten dan aspek teknis lainnya. Beberapa strategi yang dapat diambil dari daftar periksa SEO On-Page untuk meningkatkan optimasi halaman web termasuk:

1. Audit dan Perbaiki Penggunaan Tag Heading

Langkah awal dalam daftar periksa SEO On-Page melibatkan peninjauan penggunaan tag heading. Tag heading berperan penting dalam memberikan struktur pada konten halaman. Pastikan untuk menggunakan tag <h1> secara tepat untuk judul, dan pertimbangkan pemanfaatan tag <h2>, <h3>, dan sejenisnya untuk menandai poin-poin kunci.

Dengan cara ini, pengalaman navigasi pengguna akan menjadi lebih terstruktur, dan mesin pencari dapat memahami konten dengan lebih baik. Jika memungkinkan, tambahkan juga kata kunci utama pada tag heading.

2. Mengoptimalkan Judul Artikel dan Tag Meta

Selanjutnya, lakukan optimalisasi pada judul artikel dan tag meta sesuai dengan daftar periksa SEO On-Page. Sisipkan kata kunci utama pada judul artikel dengan proporsi yang seimbang untuk menarik perhatian pengunjung. Pastikan panjang judul berada dalam kisaran 50-60 karakter agar tetap terlihat utuh pada hasil pencarian.

Tambahkan juga meta description yang informatif dan sesuai dengan konten, dengan panjang optimal antara 50-160 karakter. Pastikan meta description mengandung kata kunci yang menjadi target. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan peringkat situs.

3. Penggunaan Alt Tag pada Gambar

Alt tag (teks alternatif) pada gambar memiliki peran yang sangat krusial. Jelaskan dengan singkat tampilan dan fungsi gambar pada alt tag untuk mempermudah pengindeksan oleh crawler. Dengan cara ini, performa organik gambar dapat mencapai tingkat optimal, khususnya dalam hasil pencarian gambar di Google.

4. Menambahkan Tautan Internal (Internal Link)

Maksimalkan pemanfaatan tautan internal guna memfasilitasi navigasi pengunjung di antara berbagai halaman situs. Tautan internal yang diterapkan secara tepat tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga mendukung proses crawling dan pengindeksan halaman oleh mesin pencari. Gunakan tautan internal untuk mengarahkan pengguna ke langkah-langkah berikutnya, seperti melihat produk atau jasa, dengan potensi untuk meningkatkan tingkat konversi.

5. Melakukan Audit Konten

Melakukan evaluasi terhadap konten merupakan langkah yang sangat penting. Periksa jumlah kata dalam artikel, kepadatan kata kunci, dan indeks keterbacaan dengan memanfaatkan alat yang tersedia secara online. Dengan cara ini, Kamu dapat mengoptimalkan konten halaman untuk mencapai tingkat kualitas yang lebih baik.

Baca juga: 5 Cara Mudah Optimasi SEO Untuk Konten yang Perlu Diketahui

Off Page SEO Checklist

Di samping menjalankan langkah-langkah daftar periksa on-page SEO, Kamu juga bisa menerapkan daftar periksa off-page SEO. SEO off-page merujuk pada serangkaian tindakan optimasi yang dilakukan di luar batas situs web itu sendiri. Ini melibatkan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh backlink dari situs web berkualitas dan relevan.

Perlu diingat bahwa kegiatan off-page perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Google. Lebih dari itu, fokuslah pada kepentingan pengguna daripada hanya memenuhi persyaratan mesin pencari. Berikut beberapa strategi SEO off-page yang bisa diadopsi:

1. Implementasikan Strategi Link Building

Membangun tautan merupakan strategi yang sangat efisien untuk mendapatkan backlink yang dapat mengalihkan pengunjung dari situs web lain ke situs web Kamu. Penting untuk memastikan bahwa sumber backlink berasal dari situs web yang memiliki reputasi tinggi dan popular guna meningkatkan kualitasnya.

Tindakan ini dirancang untuk membangun kepercayaan Google terhadap situs Kamu, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja situs dalam hasil pencarian alami.

Perlu diingat bahwa dalam usaha mendapatkan backlink yang relevan dengan bisnis Kamu, setiap langkah harus diambil dengan hati-hati, sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Google.

Jika mendapatkan backlink secara alami terbukti sulit, opsi lain yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan jasa backlink yang menawarkan kualitas terbaik.

2. Memplubikasikan Guest Post

Tahapan selanjutnya dalam daftar periksa off-page SEO melibatkan langkah penerbitan guest post atau artikel tamu. Guest post melibatkan promosi situs dengan berperan sebagai penulis tamu dan mempublikasikan artikel di platform situs lain. Penting untuk memilih situs guest post yang sesuai dan memiliki kualitas yang tinggi.

Dalam tulisan tersebut, disarankan untuk memasukkan tautan ke situs Kamu sebagai referensi atau sumber informasi. Pendekatan ini serupa dengan pemanfaatan backlink dan dapat meningkatkan lalu lintas organik ke situs Kamu. Pastikan bahwa artikel yang Kamu publikasikan memberikan nilai tambah dan relevansi bagi audiens target Kamu.

3. Promosikan Situs Web Melalui Media Sosial

Tahapan berikutnya dalam daftar periksa off-page SEO melibatkan eksploitasi media sosial sebagai alat untuk mempromosikan situs web Kamu. Dengan memanfaatkan media sosial, Kamu dapat mencapai audiens dalam jumlah yang lebih besar, menjadikan strategi ini sebagai metode efektif untuk meningkatkan volume lalu lintas.

Kunjungan ke situs yang berasal dari media sosial dinilai oleh Google sebagai kunjungan manusia, bukan aktivitas robot yang dapat merugikan situs Kamu. Oleh karena itu, kinerja situs Kamu dalam hasil pencarian organik juga akan meningkat.

SEO Checklist ini ditujukan untuk membantu Kamu memahami langkah-langkah penting dalam menerapkan SEO. Temukan potensi masalah yang mungkin menghambat persaingan Kamu di halaman hasil pencarian dan tetapkan strategi untuk mendominasi SERP.

Baca juga: Link Building Adalah? Dan Apa Manfaatnya Untuk SEO

Kesimpulan

Kesimpulan dari SEO Checklist ini adalah bahwa implementasi langkah-langkah yang terinci dalam daftar periksa tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja dan visibilitas situs web Kamu dalam hasil pencarian organik. Dengan memperhatikan aspek-aspek seperti optimasi konten, struktur tautan, pemanfaatan media sosial, dan upaya off page SEO lainnya, Kamu dapat memperbaiki posisi situs Kamu di halaman hasil pencarian.

Namun, perlu dicatat bahwa SEO adalah proses yang terus-menerus dan dinamis. Algoritma mesin pencari dapat berubah, dan strategi SEO perlu disesuaikan dengan perkembangan tersebut. Oleh karena itu, rutin memantau kinerja situs Kamu dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan adalah kunci untuk menjaga dan meningkatkan posisimu di SERP.

No Comments

Post a Comment

Any question ?